Surga dan “Garam”
Ibu : Andii, sana kewarung sebenter le…..
Andi : Ngapain bu?
Ibu : NGRAMPOK… Ya belanja lah! Gimana sich kamu!
Andi : He eh Neh Bu….. Beli apaan toh?
Ibu : Beli beras satu karung ya….!
Andi : Ya Buook…
Ibu : Nieh uangnya…
Andi : Kembaliannya buat Andi ya!
Ibu : He eh… Cepet yach!
Andi : Siap..
(Kemudian Andi berangkat menuju toko terdekat). Baru dua langkah dia pergi, ibunya lalu…….
Ibu : Eh eh….. Sama garem ya, satu kilo! Biar masakannya enak .Yang beryodium yach!
Andi : Oh iya….
Ibu : Awas jangan sampai lupa lho!
Andi : He eh, he eh!
Ibu : Dah sana berangkat!
Andi : Siap Buook!
Baru sampai di pintu keluar Ibunya teriak lagi….
Ibu : Jangan lupa Garemnya ya Le….
Andi : (Ga jawab apa-apa……)
Di perjalanan, Andi terus mengingat-ingat pesan Ibunya untuk beli garam. Dalam hati dia berkata “tar garamnya ga boleh lupa. Yang beryodium biar sehat. GARAM..GARAM..GARAM..’
Dirumah, Ibu andi masih setia nungguin anaknya pulang dari toko. Tak lama kemudian, andi pulang membawa belanjaannya dengan sebuah kantong plastik ukuran 2Kg sebanyak dua buah. Si Ibu ya bingung lah. Dalam hati bertanya-tanya, “mana berasnya”.
Ibu : Sudah Ndi?
Andi : Uudah dong.
Ibu : Mana?
Andi : Nieh…….
#$@&*%^+|$#%^@&#%#$@^#&%##$@&*%^+|$#%^@&#%#$@^#&%#%$#%
Tau ga artinya apa?
Ternyata yang dibeli andi salah. Kalo barangnya sih bener, tapi kuantitasnya yang salah. Si Andi beli beras satu kilo, trus beli garam satu karung…… Kok bisa yach???
Usut punya usut, ternyata Andi terjebak dengan WARNING dari ibunya. Gara-gara di depan pintu dia diteriakin “Jangan lupa Garemnya ya Le….” dia jadi berfikir bahwa garamnya lah yang lebih penting. Jadi yang di ingat-ingat Cuma beli garam. Trus berasnya…… Ga sepenting garam. Begitu pikir Andi.
Cerita ini bisa kita proyeksikan dalam dunia nyata. Kebanyakan manusia terjebak oleh WARNING dari Allah. Saat mau diturunkan ke Dunia, Kita telah berjanji untuk setia menyembah Allah. Untuk taat beribadah kepada-Nya. Namun Allah juga memerintahkan untuk tidak meninggalkan kehidupan diniawi kita saat masih di dunia. Maka jelas, perintah allah, di dunia ini kita harus mencari bekal untuk kelak di akhirat. Namun demikian, kita juga ga boleh melupakn dunia. Keduanya harus berimbang.
Nah, kebanyakan dari kita malah memperbanyak urusan duniawi (ibarat garam yang dibeli Andi) dibanding mencari bekal untuk kehidupan yang abadi nanti (ibarat beras yang dibeli Andi). Akankah kita akan seperti andi yang membeli satu kilo beras dan satu karung garam?
Mari sama-sama kembali ketujuan utama kita di dunia ini. Yaitu membeli AKHIRAT satu karung, dan DUNIA satu kilo!!!!!
“Yaitu membeli AKHIRAT satu karung, dan DUNIA satu kilo!!!!!”
ingeet…jangan sampe kebalik…!